Dunia kesehatan global sedang mengalami pergeseran besar. Konsumen di Amerika, Eropa, hingga Asia Timur dan Asia Tenggara kini tidak lagi sekadar mencari “obat”, mereka mencari “efikasi yang teruji”. Di tengah arus ini, Indonesia memiliki kartu as yang jarang diketahui dunia: Nanoteknologi Herbal. Di jantung revolusi ini, berdiri sosok Dr. Etik Mardliyati, M.Eng., seorang ilmuwan yang tidak hanya melihat herbal sebagai warisan, tapi sebagai masa depan umat manusia.
Sebagai Director of CoE Life Sciences Nano Center Indonesia sekaligus Research Director di PT Nano Herbaltama Internasional, Dr. Etik memiliki satu misi besar: Mengecilkan ukuran menjadi ukuran nano, untuk membesarkan manfaatnya pada manusia.

Dr. Etik Mardliyati, M.Eng.
1. Dinasti Nano Indonesia: Kolaborasi Dua Intelektual
Membahas Dr. Etik tidaklah lengkap tanpa menyebut “The Father of Nanotechnology Indonesia”, Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, Ph.D. Pasangan suami-istri ini adalah duo dinamis di balik kebangkitan teknologi nano di tanah air.
Prof. Nurul, sebagai pendiri Nano Center Indonesia, telah meletakkan fondasi infrastruktur teknologi nano sejak dekade lalu. Visi beliau untuk menjadikan Indonesia mandiri secara teknologi bertemu dengan keahlian spesifik Dr. Etik dalam bidang Life Sciences. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang langka: Prof. Nurul membangun “rumahnya” (teknologi proses), sementara Dr. Etik mengisi “jiwanya” (formulasi herbal dan kosmetik).
Bagi PT Nano Herbaltama, ini adalah berkah. Perusahaan ini bukan sekadar manufaktur, melainkan hasil dari pemikiran dua pakar nano terbaik Indonesia. Ini adalah jaminan bahwa setiap gram produk yang dihasilkan adalah hasil dari deep-tech yang valid.

2. Mengapa “Small” adalah Masa Depan?
Banyak orang bertanya, “Kenapa herbal harus dibuat nano?” Dr. Etik menjawabnya dengan sains. Masalah utama herbal tradisional adalah Bioavailabilitas. Banyak zat aktif herbal memiliki molekul besar yang sulit diserap oleh sel tubuh manusia, sehingga banyak yang terbuang sia-sia melalui sistem ekskresi.
Dengan Nanoteknologi, Dr. Etik melakukan “pemrosesan nano” (nano-processing). Zat aktif dari tanaman seperti Propolis, Kunyit (zat aktif Curcuma), dan Chitosan diperkecil hingga skala nanometer (sepersemiliar meter).
- Penetrasi Maksimal: Ukuran nano memungkinkan zat aktif melewati membran sel dengan lebih mudah.
- Stabilitas Tinggi: Formula nano menjaga zat aktif agar tidak rusak oleh asam lambung sebelum mencapai targetnya.
- Targeting: Teknologi ini memungkinkan obat bekerja tepat pada sasaran (smart delivery).

3. Biologi Komputasi: Menemukan Jawaban Sebelum Percobaan
Salah satu keunggulan PT Nano Herbaltama di bawah arahan Dr. Etik adalah penggunaan In Silico Investigation atau biologi komputasi. Menggunakan komputer berkinerja tinggi, tim peneliti melakukan simulasi interaksi molekul sebelum masuk ke laboratorium.
Lihat saja rekam jejak riset mereka yang telah diterbitkan secara internasional:
- Melawan Virus: Riset In Silico menunjukkan potensi Propolis dalam menghambat protein spike SARS-CoV-2.
- Solusi Diabetes: Studi komputasi senyawa Propolis Asia sebagai agen anti-diabetes tipe 2.
- Perlindungan Saraf: Penelitian Propolis sebagai agen Neuroprotective.
- Nanochitosan: Inovasi penyembuhan luka yang menggabungkan Chitosan (dari cangkang udang/kepiting) dengan Propolis dalam skala nano.
Baca Juga: Jurnal
4. Visi Ekspor: Membawa “Indo-Nano” ke Manca Negara
Dalam persiapannya menuju pasar ekspor 2026, Dr. Etik dan PT Nano Herbaltama tidak hanya membawa botol suplemen. Mereka membawa Evidence-Based Medicine.
“Publikasi ilmiah bukan sekadar syarat akademis, tapi bukti obyektivitas. Ini adalah cara kita berbicara dengan bahasa yang sama dengan ilmuwan di luar negeri,” tegas Dr. Etik. Melalui publikasi di jurnal-jurnal internasional seperti IOSR Journal of Pharmacy and Biological Sciences, produk Indonesia mendapatkan pengakuan setara dengan brand farmasi global.
Baca juga: Propolis kapsul generasi baru lebih cepat diserap lebih kuat melindungi
5. Center of Excellence (CoE): Inkubator Inovasi
“Melalui CoE Life Sciences, Dr. Etik memimpin tim multidisiplin—mulai dari ahli kimia, biologi, hingga teknik kimia. Kami menawarkan layanan konsultasi strategis yang langka di Indonesia: mentransformasi bahan mentah lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui pemodelan komputasi.
Ini adalah undangan terbuka bagi pasar global. Indonesia kini bukan lagi sekadar pengekspor bahan mentah seperti era kolonial. Di bawah kepemimpinan Dr. Etik Mardliyati dan warisan teknologi dari Prof. Nurul Taufiqu Rochman, kami hadir untuk memberikan layanan konsultasi, informasi riset, hingga ekspor produk jadi yang didukung oleh kekuatan Intellectual Property dan Nanoteknologi masa depan.”
Baca juga: Nano Curcumin lawan raja penyakit kronis sains membuka potensinya
Mengapa Para Dokter milirik kitosan kekuatan alami Chitosan dalam dermatologi modern
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Bisnis
Bagi CoE Life Sciences dan tim di PT Nano Herbaltama Internasional, memiliki Dr. Etik di barisan depan riset adalah sebuah pernyataan sikap. Bahwa herbal Indonesia bisa dan harus naik kelas. Dengan sentuhan nanoteknologi, “The Science of Small” nanoteknologi akan memberikan dampak besar bagi kesehatan dunia.