propolis dari lebah hutan

Sebuah penelitian, hingga saat ini telah menyimpulkan bahwa senyawa dalam “propolis” dapat diindentifikasi 300 senyawa dalam propolis.

Dan Kabar baiknya bahwa mayoritas senyawa ini merupakan polifenol yaitu “ANTIKOSIDAN“, yang sangat berguna melawan penyakit dan kerusakan didalam tubuh.

Menurut sumber dari Wikipedia:

Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang menghasilkan radikal bebas. sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Antioksidan seperti tiol atau asam askorbat (Vitamin C) mengakhiri reaksi berantai ini.

Untuk menjaga keseimbangan tingkat oksidasi, tumbuhan dan hewan memiliki suatu sistem yang kompleks dari tumpangasuh antioksidan, seperti glutation dan enzim (Misalnya: katalase dan superoksida dismutase) yang diproduksi secara internal atau dapat diperoleh oleh asupan Vitamin C, Vitamin, A dan Vitamin E.

Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindung sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya.

Radikal bebas adalah species yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan yang mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuan dini dan penyakit lainnya.

Komponen kimia yang berperan dalam antioksidan: adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas.

Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain Vitamin E, Vitamin C dan Karotenoid.

Antioksidan banyak digunakan dalam supplemen makanan dan telah diteliti untuk pencegahan penyakit seperti kanker atau penyakit jantung koroner. Meskipun studi awal menunjukan bahwa supplement antioksidan dapat meningkatkan kesehatan, pengujian lanjutan yang lebih besar termasuk beta-karoten, Vitamin A, dan Vitamin E secara tunggal atau dalam kondisi yang berbeda menunjukan bahwa suplementasi tidak berpengaruh pada tingkat kematian.

Uji klinis acak konsumsi antioksidan termasuk beta karoten, vitamin E, Vitamin C dan selenium menunjukan tidak ada pengaruh pada resiko kanker atau mengalami peningkatan risiko kanker. Suplementasi dengan selenium atau vitamin E tidak mengalami penyakit kardiovaskular. Dengan contoh-contoh ini, stres oksidatif dapat dianggap sebagai penyebab atau konsukuensi dari beberapa penyakit, merangsang pengembangan obat senyawa antioksidan potensial untuk mengobati penyakit.

Baca Juga : Manfaat Propolis yang pasti belum kamu ketahui

Foto konsep: Pertumbuhan Kanker dapat dihambat pertumbuhannnya dengan antioksidan
Foto Ilustrasi: Pertumbuhan Kanker dapat dihambat pertumbuhannnya dengan antioksidan

Antioksidan sangat penting dalam melawan radikal bebas, tetapi dalam kapasitas berlebih dapat menyebabkan kerusakan sel.

Berikut propolis yang sangat kaya akan antioksidan, telah menjadi nano propolis. Nano propolis adalah propolis yang sudah dijadikan menjadi ukuran nanometer.

Nanoteknologi adalah manipulasi materi pada skala atomik dan skala molekular. Diameter atom berkisar antara 62 pikometer ( Atom Helium ) sampai 520 pikometer.

Apa pengertian dari nanoteknologi ?

Secara sederhananya, teknologi nano merupakan teknologi berbasis pada rekayasa material dalam skala nanometer (1-100 x 10-9 meter). Konsep teknologi nano pertama kali diperkenalkan oleh fisikawan Richard Feynman pada tahun 1959 melalui presentasinya yang berjudul “There’s Plenty of Room at the Bottom

17 Manfaat Nanoteknologi untuk Industri

Manfaat nanoteknologi bagi kehidupan manusia sangatlah luas meliputi aplikasi pada:

  1. Nanoteknologi Industri baja
  2. Nanoteknologi Pelapisan Dekorasi [Cat]
  3. Nanoteknologi Industri Polimer
  4. Nanoteknologi Industri Kemasan
  5. Nanoteknologi Peralatan Olahraga
  6. Nanoteknologi Industri Tekstil
  7. Nanoteknologi Keramik
  8. Nanoteknologi Industri farmasi dan kedokteran
  9. Nanonoteknologi Tranportasi
  10. Nanoteknologi Pertanian dan pangan
  11. Nanoteknologi Obat Tradisional dan perawatan tubuh
  12. Nanoteknologi Industri Air
  13. Nanoteknologi Electronica
  14. Nanoteknologi Kecantikan
  15. Nananoteknologi Ruang Angkasa
  16. Nanoteknologi Batere Listrik
  17. Nanoteknologi Property

Saat ini nanoteknologi di Indonesia terus dikembangkan oleh team R&D dan ahli nanoteknologi herbal salah satunya untuk industri obat tradisional, agar manfaat dari obat herbal tersebut semakin aktif dan semakin baik.

Produk unggulan Kami yang sudah sangat bagus di pasaran adalah nano propolis. Manfaat antioksidan menjadi semakin lebih efektif sebagai obat tradisional dan juga sebagai perawatan kecantikan baik dari dalam maupun dari luar.

Tetapi Riset tentang nano herbal juga terus dikembangkan agar banyak tercipta produk-produk unggulan.

Sumber :

Wikipedia : Nanoteknologi

unpar.ac.id : Mengenal Lebih dekat Dunia Nano di Era Nanoteknologi

ftmm.unair.ac.id : Mengapa Belajar Rekayasa Nanoteknologi

One Comment

  1. […] Baca juga : propolis dengan nanoteknologi dapat mengangkat manfaat antioksidan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *