• 0 Items - Rp0.00
    • No products in the cart.
Prof Heny, Prof Mega dan Prof Nurul

TANGERANG – Dunia industri herbal Indonesia kembali menunjukkan penguatan fundamental melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan praktisi. Pada Jumat, 19 Desember 2025, PT Nano Herbaltama Internasional (NHI) mendapat kunjungan kehormatan dari dua pakar besar yang mewakili dua institusi pendidikan terbaik bangsa: Institut Pertanian Bogor (IPB): Prof Mega dan Institut Teknologi Bandung (ITB): Prof Heny.

Pertemuan ini menjadi momen krusial karena didampingi langsung oleh Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., Ph.D., selaku Founder Nano Group. Kunjungan ini bertajuk “Kolaborasi Gagasan Bersama” untuk mendorong hilirisasi riset ke kancah pasar Indonesia dan global.

Kekuatan Teknologi dari Nano Center Indonesia

Salah satu poin utama dalam diskusi ini adalah penekanan pada implementasi teknologi nano yang menjadi core business dari NHI. Teknologi ini dikembangkan melalui riset mendalam di Nano Center Indonesia, pusat riset kebanggaan bangsa yang telah lama menjadi pionir dalam pengembangan nanoteknologi di tanah air.

Dengan dukungan penuh dari Nano Center Indonesia, PT Nano Herbaltama Internasional mampu mengubah bahan alam Indonesia menjadi produk dengan partikel berukuran nano, sehingga meningkatkan efektivitas dan daya serap produk kesehatan secara signifikan.

Menyatukan Dua Kekuatan Besar: ITB & IPB

Kunjungan ini mempertemukan perspektif strategis dalam pengembangan produk herbal:

  1. Perspektif IPB (Biosains & Bahan Alam): Menitikberatkan pada standarisasi bahan baku herbal dan pemanfaatan biodiversitas asli Indonesia.
  2. Perspektif ITB (Teknologi & Rekayasa): Fokus pada inovasi teknik ekstraksi dan penguatan sistem produksi berbasis rekayasa teknologi tinggi.
Hilirisasi Riset dan Visi Prof. Nurul

Sebagai Founder Nano Group, Prof. Nurul menegaskan bahwa sinergi antara akademisi (ITB & IPB) dengan industri (NHI) adalah langkah nyata untuk mewujudkan kemandirian obat nasional. Beliau menyampaikan bahwa fasilitas manufaktur di NHI dirancang khusus untuk mampu mengadopsi hasil riset canggih dari Nano Center Indonesia maupun universitas ke skala industri.

“Kehadiran dua profesor dari ITB: Prof Hany dan IPB: Prof Mega hari ini, ditambah dengan fondasi teknologi dari Nano Center, mempertegas posisi NHI sebagai pemimpin inovasi herbal. Kita membawa riset laboratorium langsung ke tangan masyarakat,” ujar Prof. Nurul di sela kunjungan.

Fokus Kolaborasi Ke Depan

Beberapa poin utama hasil pertemuan ini meliputi:

  • Optimalisasi Nanoteknologi: Memastikan setiap produk NHI memiliki standar efikasi tertinggi melalui riset Nano Center Indonesia.
  • Sustainable Sourcing: Kolaborasi dengan IPB untuk menjamin kualitas bahan baku dari petani lokal yang terstandarisasi.
  • Global Competitiveness: Mempersiapkan produk kosmetik herbal lokal untuk menembus pasar Indonesia dan internasional dengan standar sains global.
Penutup

Kunjungan pada Jumat, 19 Desember ini menandai babak baru bagi PT Nano Herbaltama Internasional. Dengan bimbingan Prof. Nurul dan dukungan ilmiah dari pakar ITB serta IPB, NHI semakin kokoh sebagai perusahaan herbal berbasis sains (science-based industry) yang siap membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesia