Export Mas

Penggunaan Obat Tradisional di dunia tidak bisa diingkari merupakan bagian dari sejarah kebudayaan selama ribuan tahun. Tiap bangsa diberbagai belahan dunia dapat dipastikan memiliki tradisi pengobatan berbasis bahan alam yang tersedia dilingkungannnya, baik berupa tanaman, hewan, mineral dan bahan olahannya.

Penelitian lebih lanjut tentang obat tradisional ini tentu sangat mendukung industrialisasi dan regulasi terkait produksi, jaminan mutu dan penggunaan obat tersebut.

Industri Obat Tradisional dunia saat ini merupakan kelanjutan dari penggunaannya yang luas dari simplasia tanaman obat atau produk olahannya. Pasar obat herbal yang semakin besar dari tahun ketahun, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong industrialisasi produk obat tradisional menjadi industri modern obat herbal berbasis ekstraks.

Beberapa negara di Asia seperti Cina dan India juga telah mengembangkan industri herbal modern dengan menerapkan teknologi tinggi dan memperhatikan ketentuan GACP dan GMP yang berlaku secara Internasional.

Cairan Obat Luar untuk urut dan gosok
Cairan Obat Luar

Pasar Obat Tradisional Global

Kecendrungan pengggunaan obat tradisioanal di dunia disebabkan oleh meningkatnya efek samping dari penggunaan obat kimia/sintetik. Peningkatan penggunaan obat tradisional ini khususnya terjadi di negara-negara bekembang. WHO mengklaim 80% populasi di negara bekembang mengggunakan obat tradisional. Akses masyarakat terhadap informasi juga mendorong peningkatan penggunaaan produk alami tersebut. Sementara di negara maju penggunaan obat tradisional disebut sebagai bagian dari kecendrungan kembali ke alam (Back To Nature).

Meningkatnya penyakit kronis degenerative juga menjadi faktor yang mempengaruhi penggunaan obat tradisonal. Sebagai contoh, WHO memperkirakan pada tahun 2032 sekitar 24 juta orang meningggal akibat gangguan kardiovaskular. Pengobatan jenis penyakit kronius degenaratif umumnya sangat lama, sehingga masyarakat memilih alternatif pengobatan yang lebih murah dari segi biaya dan diyakini lebih aman dibanding obat kimia.

Banyak beragam produk tentang obat tradisonal salah satunya adalah cairan obat luar.

Cairan Obat luar adalah: sediaan obat luar berupa minyak, larutan, suspensi atau emulsi terbuat dari simplisia/ekstraks dan digunakan sebagai obat luar.

Obat Tradisional untuk pengobatan Luar yang berupa cairan adalah:

  1. Obat/minyak gosok
  2. Minyak urut
  3. Minyak telon
  4. Minyak kayu putih
  5. Minyak atsiri (Minyak Lavender, tea tree oil, minyak kemenyan, peppermint, minyak lemon, serai)
  6. Minyak Spray
  7. Cairan untuk obat kuping
  8. Minyak angin
  9. Obat untuk Luka ringan
  10. Obat/minyak oles

Baca juga: Traditional Medicine

Dari 10 cairan obat luar tersebut, penggunaannya untuk keseharian didalam masyarakat Indonesia. Obat cairan tersebut sangat populer dan mempunyai pangsa pasar domestik yang sangat besar. Harga dari beragam macam cairan obat luar tersebut juga sangat murah dan terjangkau.

Untuk pangsa pasar ekspor menurut badan pusat statisitik (BPS), eksport produk tradisional Indonesia mencapai US $3.14 Juta sepanjang 2021. Nilai tersebut naik 31.63% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebelumnya yang sebanyak US $2.38 Juta.

Sementara, volume ekspor obat tradisional sebesar 210,7 Ton pada 2021, jumlahnya meningkat 34.18% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 157 Ton.

Berdasarkan negara tujuannya, ekspor produk obat tradisional asal Indonesia paling banyak ke Taiwan senilai US$987.716 dengan volume 80,58 Ton. Posisinya disusul Singapura yang ekspor produk obat tradisionalnya senilai US$532.251 dengan Volume 20,83 Ton.

Lalu eksport produk obat tradisional Indonesia ke Malaysia senilai US$525.993 dengan volume 26.18 Ton. Nilai ekspor produk obat tradisional dari dalam negeri ke Kamboja sebesar US$196.436 dengan volume 5.33 Ton.

Nilai produk obat tradisional Indonesia ke Uni Emirat Arab senilai US$ 180.569 dengan volume 14,05 Ton. Indonesia Juga mengeksport produk obat tradisional ke Hongkong senilai US$162.254 dengan volume 13.76 Ton.

Nilai ekspor produk obat tradisional dari Indonesia ke Zimbabwe sebesar US$135.063 dengan volume 3.25 Ton. Sedangkan, eksport produk ke Mozambik senilai US$134.253 dengan volume 1.10 Ton.

Dengan demikian Indonesia bisa menjadi salah satu negara utama dalam pemenuhan bisnis ekspor obat tradisional.

PT Nano Herbaltama Internasional, juga siap membantu pemerintah untuk membantu pemenuhan permintaan obat tradisional sebagai kapasitas eksportnya kenegara-negara tujuan. Kami juga siap untuk memenuhi permintaan dari para pebisnis yang melakukan ekspor terutama untuk obat tradisional.

PT NHI juga sudah menjadikan produk obat tradisional menjadi obat tradisional modern dengan pemanfaatan rekayasa nanotechnology herbal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *