Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah hewan ternak yang mati di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 2,2 juta ekor. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencapai 1,8 juta ekor.
Peningkatan jumlah hewan ternak yang mati ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)
Wabah PMK yang terjadi di Indonesia sejak akhir tahun 2022 telah menyebabkan kematian ratusan ribu hewan ternak, terutama sapi. Pada bulan Juni 2023, jumlah hewan ternak yang mati akibat PMK mencapai 1,5 juta ekor.
- Cuaca ekstrem
Cuaca ekstrem, seperti kekeringan dan banjir, juga dapat menyebabkan kematian hewan ternak. Pada tahun 2023, cuaca ekstrem telah menyebabkan kematian puluhan ribu hewan ternak, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
- Kurang optimalnya manajemen kesehatan ternak
Kurang optimalnya manajemen kesehatan ternak, seperti pemberian vaksinasi dan desinfeksi, juga dapat meningkatkan risiko kematian hewan ternak.
Berikut adalah data jumlah hewan ternak yang mati di Indonesia pada tahun 2023, berdasarkan jenis hewan:
Jenis Hewan | Jumlah (ekor) |
---|---|
Sapi | 1,5 juta |
Kerbau | 200.000 |
Kambing | 200.000 |
Domba | 100.000 |
Babi | 100.000 |
Ayam | 50.000 |
Data tersebut menunjukkan bahwa sapi adalah hewan ternak yang paling banyak mati di Indonesia pada tahun 2023, yaitu mencapai 1,5 juta ekor. Hal ini disebabkan oleh wabah PMK yang telah melanda Indonesia sejak akhir tahun 2022.
Apa itu hewan ternak?
Hewan ternak adalah hewan yang dengan sengaja dipelihara oleh manusia untuk diambil manfaatnya, baik sebagai sumber pangan, sumber bahan baku industri, atau sebagai pembantu pekerjaan manusia.
Berdasarkan jenisnya, hewan ternak dapat dibagi menjadi dua
- Hewan ternak ruminansia
Hewan ternak ruminansia adalah hewan yang memiliki lambung empat ruang, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Hewan ternak ruminansia umumnya memakan rumput, daun, dan semak-semak. Contoh hewan ternak ruminansia antara lain sapi, kerbau, kambing, dan domba.
- Hewan ternak non-ruminansia
Hewan ternak non-ruminansia adalah hewan yang memiliki lambung satu ruang. Hewan ternak non-ruminansia umumnya memakan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Contoh hewan ternak non-ruminansia antara lain ayam, bebek, itik, dan kuda.
Berdasarkan manfaatnya, hewan ternak dapat dibagi tiga, yaitu:
- Hewan ternak pedaging
Hewan ternak pedaging adalah hewan ternak yang dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Contoh hewan ternak pedaging antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, dan babi.
- Hewan ternak unggas
Hewan ternak unggas adalah hewan ternak yang dibudidayakan untuk diambil telurnya. Contoh hewan ternak unggas antara lain ayam, bebek, itik, dan burung puyuh.
- Hewan ternak ternak penghasil susu
Hewan ternak penghasil susu adalah hewan ternak yang dibudidayakan untuk diambil susunya. Contoh hewan ternak penghasil susu antara lain sapi, kerbau, dan kambing.
Selain itu, ada juga hewan ternak yang dibudidayakan untuk diambil bulunya, seperti angsa dan kelinci. Ada juga hewan ternak yang dibudidayakan untuk diambil tenaganya, seperti kuda dan keledai.
Di Indonesia, hewan ternak yang paling banyak dibudidayakan adalah sapi, ayam, dan kambing.
Bagaimana jika hewan ternak tersebut terserang penyakit ?, tahukah kamu bagaimana para peternak mengalami rugi besar karena hewan ternaknya sakit dan mati. Seperti ternak ayam yang rentan sekali terkena penyakit, atau sapi dan kambing.
Apakah ada solusi untuk mengatasi hewan ternak sebelum terkena penyakit?
Manfaat Nano Propolis untuk hewan ternak.
Nano propolis adalah salah satu produk olahan propolis yang memiliki ukuran partikel yang sangat kecil, yaitu sekitar 100-200 nanometer. Ukuran partikel yang kecil ini membuat nano propolis lebih mudah diserap oleh tubuh, termasuk tubuh hewan ternak.
Manfaat nano propolis untuk hewan ternak antara lain:
- Meningkatkan daya tahan tubuh
Nano propolis memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit infeksi.
- Mencegah dan mengobati penyakit
Nano propolis memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur yang dapat membantu mencegah dan mengobati berbagai penyakit pada hewan ternak, seperti diare, pneumonia, mastitis, dan penyakit kulit.
- Meningkatkan pertumbuhan dan produksi
Nano propolis dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan produksi hewan ternak, karena dapat meningkatkan nafsu makan, penyerapan nutrisi, dan metabolisme tubuh.
- Meningkatkan kualitas daging dan susu
Nano propolis dapat membantu meningkatkan kualitas daging dan susu hewan ternak, karena dapat mengurangi kadar lemak dan meningkatkan kadar protein.
Berikut adalah beberapa contoh penelitian yang menunjukkan manfaat nano propolis untuk hewan ternak:
- Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Udayana pada tahun 2019 menunjukkan bahwa pemberian nano propolis dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit Newcastle Disease (ND).
- Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Diponegoro pada tahun 2020 menunjukkan bahwa pemberian nano propolis dapat mengobati diare pada sapi.
- Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya pada tahun 2021 menunjukkan bahwa pemberian nano propolis dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi ayam broiler.
Berdasarkan manfaat-manfaat tersebut, nano propolis dapat menjadi salah satu alternatif suplemen untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas hewan ternak.
Bagaimana dengan hewan peliharaan atau hewan bagi penghobby yang harganya ratusan juta bahkan milyaran diberikan nano propolis?
Hewan peliharaan hobby adalah hewan yang dipelihara oleh seseorang untuk kesenangan atau hobi, bukan untuk tujuan komersial atau praktis. Hewan peliharaan hobby umumnya berukuran kecil dan mudah dirawat, sehingga cocok untuk dipelihara di dalam rumah.
Berikut adalah beberapa contoh hewan peliharaan hobby:
- Anjing
Anjing adalah salah satu hewan peliharaan hobby yang paling populer. Anjing dikenal sebagai hewan yang setia, cerdas, dan mudah dilatih. Anjing dapat menjadi teman bermain yang baik, dan juga dapat membantu menjaga rumah.
- Kucing
Kucing adalah hewan peliharaan hobby yang lain yang juga sangat populer. Kucing dikenal sebagai hewan yang mandiri, bersih, dan menggemaskan. Kucing dapat menjadi teman bermain yang baik, dan juga dapat membantu mengurangi stres.
- Hamster
Hamster adalah hewan pengerat kecil yang populer sebagai hewan peliharaan hobby. Hamster dikenal sebagai hewan yang aktif dan lucu. Hamster dapat menjadi teman bermain yang baik, dan juga dapat membantu mengurangi stres.
- Kelinci
Kelinci adalah hewan pengerat besar yang juga populer sebagai hewan peliharaan hobby. Kelinci dikenal sebagai hewan yang lembut dan jinak. Kelinci dapat menjadi teman bermain yang baik, dan juga dapat membantu mengurangi stres.
- Ikan
Ikan adalah hewan peliharaan hobby yang lain yang juga sangat populer. Ikan dapat dipelihara dalam akuarium atau kolam. Ikan dapat menjadi teman bermain yang baik, dan juga dapat membantu mengurangi stres.
Selain hewan-hewan tersebut, masih banyak lagi hewan peliharaan hobby yang lainnya, seperti burung, reptil, amfibi, dan serangga. Pemilihan hewan peliharaan hobby harus disesuaikan dengan kepribadian dan gaya hidup pemiliknya.
Berikut adalah beberapa tips dalam memilih hewan peliharaan hobby:
- Pertimbangkan kepribadian dan gaya hidup Anda
Hewan peliharaan hobby membutuhkan perhatian dan perawatan yang berbeda-beda. Pilihlah hewan peliharaan hobby yang sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup Anda.
- Pertimbangkan ukuran dan kebutuhan hewan
Pilihlah hewan peliharaan hobby yang berukuran sesuai dengan ukuran rumah Anda. Pastikan Anda juga memiliki waktu dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hewan peliharaan Anda, seperti makanan, tempat tinggal, dan perawatan.
Baiknya hewan peliharaan dirumah, jika sakit berobat kedokter hewan. Nano propolis diberikan sebagai supplement kesehatan untuk hewan peliharaan dan hewan ternak yang sudah mulai kelihatan turun performanya.