manfaat jahe merah

Jahe merupakan tanaman herbal, digunakan sebagai bahan baku obat tradisional yang sangat berkhasiat yang sering digunakan oleh masyarakat untuk meredakan berbagai pernyakit.

Yang kita ketahui jahe digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran membuat minuman segar yang berkhasiat.

Terdapat tiga jenis jahe yang dikelompokan berdasarkan ukuran rimpang, warna rimpang, serta kandungan bahan kimia yang terdapat didalamnya, yaitu jahe putih besar [ jahe badak/jahe gajah], jahe putih kecil [jahe emprit], dan jahe merah kecil. Jahe putih besar dan jahe kecil merupakan jenis jahe yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai campuran bahan makanan.

Manfaat Jahe merah

Apa bedanya jahe merah dan jahe putih?

Ternyata jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dibandingkan dengan jahe putih besar dan jahe kecil sehingga sering digunakan sebagai campuran obat herbal.

Minyak atsiri atau sering juga disebut sebagai minyak esensial merupakan kandungan jahe merah yang memiliki sifat mudah menguap dan mempengaruhi sifat pedas, pahit serta aroma yang dihasilkan jahe merah. Minyak atsiri pada jahe merah terdiri dari gingerol dan shogaol.

Manfaat Jahe Merah

Menurut Shimoda et el (2010), ekstrak jahe merah memiliki aktivitas anti-inflamasi pada peradangan akut dan kronis. Inflamasi atau peradangan merupakan respin sitem imun tubuh terhadap suatu iritasi (bakteri, virus, jamur atau mikroorganisme asing)

Poeloengan (2011) menyatakan bahwa kandungan shogoal dan gingerol jahe merah memiliki sifat anti-bakteri dan dapat digunakan untuk mengobati mastitis. Mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara yang disebabkan oleh bakteri dan umumnya dialami oleh ibu menyusui

Menurut Oboh et al (2012) ekstrak jahe merah dapat menurunkan kandungan MDA (malondialdehid). Malondehid merupakan senyawa organik yang reaktif sebagai penanda stress oksidatif.

Hanifa et al (2021) menyatakan bahwa nano elmusi ekstrak jahe merah dapat menurunkan tekanan darah dengan meregulasi Angiontensin Converting Enzyme (ACE) yang memiliki peranan penting dalam pengendalian tekanan darah dan juga terdapat 70% aktivitas antioksidan dari ekstrak jahe merah.

Jahe merah juga memiliki potensi sebagai imunosupresan?

Kandungan minyak atsiri pada jahe merah yaitu gingerrol memiliki potensi sebagai substansi imunosupresan yang dapat menekan yang dapat menekan atau menurunkan sistem kekebalan tubuh. Gingerol jahe merah dapat mengurangi sekreasi sitokin dalam tubuh.

Sitokin merupakan protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh dengan membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Imunosupresan memiliki peranan memiliki peranan yang penting dalam pengendalian penyakit autoimun (kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri) seperti Rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis merupakan peradangan pada sendi yang menyebabkan kerusakan ireversible pada sendi dan kecacatan.

Pemanfaatan jahe merah sebagai upaya pengobatan tradisional di Indonesia, sudah umum dilakukan dalam masyarakat. Akan tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan pada jahe merah yang berpotensi sebagai bahan untuk pembuatan obat herbal, agar diperoleh dosis yang tepat sehingga tidak menimbulkan efek samping ketika dikonsumsi.

Kombinasi yang sempurna?

Manfaat jahe merah yang memang sudah sangat populer sebagai obat herbal tradisional menjadi kombinasi yang sempurna jika di gabungkan dengan nano propolis.

Jahe merah dan nano propolis dapat menjadi obat herbal tradisional untuk obat masuk angin, dan juga supplement daya tahan tubuh. Dengan begitu kombinasi ini sangat bagus sekali untuk dibuat sebagai sebuah produk kesehatan yang dapat dikonsumsi orang banyak.

Bisnis dengan manfaat yang dapat diminati kebutuhan orang banyak sangat bagus sekali untuk mendapatan ROI [return on investment] dalam waktu yang cepat.

Mari berbisnis dengan Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.