foto bersama Direksi Nano riset, Direksi Herbaltama dan Kampus IPB

Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 16 September 2022.

Kedatangan kampus IPB yang diwakili oleh para pengajar-pengajar dan juga peneliti yang berpengalaman dan juga para mahasiswa di gedung NANOPLEX, di tangerang selatan dalam rangka Kolaborasi dan kerjasama penelitian untuk obat tradisional untuk mengatasi penyakit diabetes.

Kerjasama ini sudah dimulai sejak bulan Juli 2022, dan berhasil membuat suatu produk obat tradisional, dengan nama “SIJAKA”, (Sirih merah, Jahe merah dan Kayu Manis).

“Sediaan obat Herbal tetes dari ekstrak tanaman asli Indonesia, sirih merah, jahe merah, dan kayu manis sebagai obat tradisional untuk meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat dalam upaya mengatasi penyakit diabetes.”

Program Matching Fund Tahun Anggaran 2022:

Dr Mega Safitri, S.Si.,M.Si.

Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 16 September 2022. Bertempat di Aula gedung NANOPLEX

Program Matching fund tahun anggaran 2022
Program Matching fund tahun anggaran 2022

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber utama bagi sel tubuh manusia, akan tetapi pada penderita diabetes glukosa tersebut tidak dapat digunakan oleh tubuh.

Secara umum, penyakit Diabetes Melitus [DM] terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan akumulasi menumpuknya kadar gula darah dan berada diatas ambang batas normal yang bersifat kronis dalam jangka panjang.

Nah, orang dengan resiko terkena diabetes perlu mengecek kadar gula darah secara teratur, Soalnya, kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan syaraf.

CEO PT Nano Herbataltama Internasional: Nurwenda Novan Maulana M.Sc
CEO PT Nano Herbataltama Internasional: Nurwenda Novan Maulana M.Sc

Apivent yang diwakili oleh CEO PT Nano Herbaltama Internasional: Nurvenda Novan Maulana M.Sc, memberikan beberapa masukan yang sangat berguna untuk kepentingan obat tradisional “SIJAKA” tersebut, beliau juga memberikan arahan bisnis yang bisa mengembangkan obat tradisional menjadi obat yang bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dengan didampingi para peneliti yang sudah berpengalaman dalam membangun produk nano, maka produk ini sangatlah layak digunakan dan sangat bagus untuk mengobati penyakit diabetes.

Ketua Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Nanoteknologi Indonesia (Nano Center Indonesia): Alvian Noviyanto Ph.D

Pemberian Cenderamata dari kedua belah pihak antara Kampus IPB, APIVENT dan NANO CENTER

Gallery Mahasiswa Kampus IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published.