Daun Gedi & leilem

Setelah banyak hal yang sudah dibicarakan tentang potensi dari Sulawesi Utara yang terkenal dengan kotanya yaitu “Manado”. Selain bubur Manado yang menyehatkan, ada pula disana yang sangat terkenl serta menyehatkan yaitu “Leleim” berupa tanaman obat yang berkhasiat dari provinsi Sulawesi Utara.

Dikutip dari jamudigital.com

Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm et Binn), merupakan tanaman endemik Sulawesi Utara yang bermanfaat dalam menyediakan nutrisi penting yang cukup untuk meningkatkan imun tubuh pengkonsumsinya, berpotensi sebagai supplemen makanan, dan juga potensial sebagai antioksidan alami.

Leilem (Clerodendrum minahassae) dapat ditemukan dan tumbuh dengan baik dilokasi penelitian yang berada dalam variasi ketinggian 1 – 1.324 mdpl. leleim merupakan salah satu tanaman endemik local yang masuk dalam Genus Clerodendrum.

Dimana Genus ini telah dimanfaatkan secara luas untuk mengobati berbagai macam penyakit melalui pengobatan tradisional oleh masyarakat adat diseluruh dunia. Oleh karenanya banyak ilmuwan di dunia mengerahkan perhatian khusus untuk mengeksplore pemanfaatan, mengidentifikasi kandungan senyawa yang dimiliki serta aktivitas biologi dari genus ini.

Bagi masyarakat Sulawesi Utara, Leilem sangat bermanfaat sebagai bahan pangan, bahan baku obat tradisional atau penyedia obat tradisional. Penelitian yang dilakukan oleh Lis Nurrani, S.Hut, M.Sc, Peneliti Muda Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado terdiri dari 2 elemen kunci, yaitu memperkirakan nilai manfaat laliem berdasarkan pola pemanfaatan yang telah dilakukan oleh masyarakat, dan mengidentifikasi prospek keanekaragaman hayati tanaman ini dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Berdasarkan hasil analisis pada 100 gram sample daun lailem terdapat 389,23 mg vitamin C, 435,97 mg vitamin E, dan 32,89 mg kalsium dengan kandungan kalori 349.22 kkal. Laliem juga sangat bagus untuk penambahan nutrisi yang baik.

Selama ini daun laliem banyak digunakan sebagai obat tradisional dan juga bumbu rempah-rempah masakan dengan daging oleh penduduk Sulawesi Utara, dikarenakan bumbu laliem dapat menetralkan dan mengurangi potensi penyakit yang disebabkan banyaknya konsumsi daging merah seperti obesitas dan penyakit kardiovaskular [serangkaian ganguan yang menyerang jantung dan pembuluh darah, termasuk jantung koroner]

kolesterol dalam darah
Kolesterol dalam aliran darah manusia

Berarti manfaatnya daun laliem sangat baik untuk penderita kolesterol dalam darah yang tinggi.

Masyarakat adat mengenal laliem sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit ganguan pencernaan seperti cacingan, maag, sariawan, mangi pada balita, sakit perut dan juga digunakan sebagai obat bagi hewan peliharaan yang mengalami ganguaan pencernaan.

Menurut sumber kompas

Daun gedi banyak dimanfaatkan mansyarakat setempat sebagai obat diabetes, hasil dari penelitian Badan Penelitian Kehutanan (BPK) Manado, Sulawesi Utara.

perbedan daun gedi
Perbedaan daun gedi, daun singkong, daun pepaya dan daun pepeaya jepang sumber merdeka.com

Daun gedi yang hampir mirip dengan daun pepaya, daun pepaya jepang dan daun singkong. yang menjadi sayu bahan bubur Manado.

Dari daun Laliem dan daun gedi jika diolah menjadi obat tradisional yang sudah menjadi ukuran nano dan berbentuk kapsul atau dalam bentuk obat tradisional lainnya, dapat dipastikan menjadi obat herbal yang sangat menjanjikan dan menguntungan untuk para pengusaha yang senang akan bisnis obat herbal tradisional.

Temukan Ide dan bisnis Anda bersama Kami, untuk kerjasama dalam menjalin bisnis yang menguntungkan. Maklon Herbal bersama Apivent, yang mempunyai pabrik cpotb yang sudah bersertifikat BPOM dan sudah berpengalaman dalam dunia Produk Nano Herbal untuk obat tradisional yang lebih modern.

One Comment

  1. […] Baca Juga: Tanaman obat tradisional dari sulawesi utara […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesia